BOTOLEMPANGAN, sinjai.wahdah.or.id - Ada pemandangan menarik di lokasi pembangunan Rumah Qur'an Wahdah Islamiyah Dusun Rumpala, Desa Botolempangan pada akhir pekan lalu (29–30/8/2026). Di antara puluhan warga yang sibuk bergotong royong, hadir Pak Irfan, seorang warga setempat yang memiliki keterbatasan penglihatan namun tetap aktif dan semangat membersamai pengerjaan pondasi hari itu.
Mengenakan kaos hijau, Pak Irfan bekerja mengandalkan indra peraba dan pendengaran. Tanpa ragu, ia memegang batu gunung dari tumpukan material, menaikkannya ke mobil, lalu menurunkannya kembali hingga mengangkutnya ke titik pengerjaan fondasi sesuai arahan warga di sebelahnya. Sesekali warga menegur Pak Irfan karena kadang kelihatan kewalahan mengangkat batu yang besar, namun semangat dan kegigihannya tak menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja.
Aksi Pak Irfan menjadi pendorong semangat bagi warga RT A dan RT B yang membagi tugas di hari Sabtu dan Ahad. Seluruh pengerjaan fondasi awal ini murni mengandalkan swadaya dan tenaga warga sekitar tanpa sewa tukang bayaran.
Pengurus Yayasan Pendidikan Al-Islami Sinjai (YPAIS) yang turut hadir membersamai warga, Ustaz Rudi Heryana, tak dapat menyembunyikan rasa takjubnya melihat kegigihan Pak Irfan di lapangan.
"Kalau dilihat sepintas lalu, bapak kaos ijo ini biasa-biasa aja. Padahal beliau tidak sempurna kayak kita, Allah uji beliau dengan tidak adanya nikmat penglihatan. Tapi dengan keterbatasan itu, tidak bikin semangatnya surut. Paling On Fire di tengah-tengah kerja bakti Rumah Tahfizhul Qur'an Botolempangan. Allahu Akbar," ungkap Ustaz Rudi.

Satu per satu batu gunung yang diangkut Pak Irfan kini sudah tertanam di fondasi lahan hibah seluas 13x40 meter tersebut. Beliau memang tidak bisa melihat bentuk Rumah Qur'an yang sedang dibangunnya di dunia ini, namun di akhirat kelak, setiap batu yang diangkatnya dan setiap bait ayat yang dihafal anak-anak di sana akan menjadi saksi dan pemberat timbangan pahalanya.
Pak Irfan sudah menginfakkan seluruh tenaga dan keringat terbaiknya. Lantas, bagaimana dengan kita? Jika mungkin kita tak mampu hadir menyumbangkan fisik, maka mari kita bantu dengan harta dan sedekah terbaik untuk merampungkan Pembangunan Rumah Qur'an Botolempangan ini.


Radio Wahdah