SINJAI - sinjai.wahdah.or.id Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Wahdah Islamiyah Sinjai resmi meluncurkan ekstrakurikuler SADECA (Santri Digital Creative Academy). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Aisyah PPTQ Wahdah Islamiyah Sinjai, Sabtu (8/8/2026).
Ekstrakurikuler ini hadir sebagai wadah bagi para santri untuk mengembangkan bakat dan keterampilan di bidang media dan teknologi digital, di samping pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu syar’i yang menjadi fokus utama pesantren.
Logo Ekstrakurikluler SADECA "Santri Digital Creative Academy"
Pimpinan Pondok, Ustaz K.M. Hamdan Munir, yang hadir meresmikan kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya keterlibatan santri dalam perkembangan dunia digital. Menurutnya, kemampuan menguasai media menjadi bagian penting bagi para penuntut ilmu di tengah derasnya arus informasi saat ini.
"Saat ini, siapa yang menguasai dan pandai mengelola media, maka dialah pemenangnya. Coba bayangkan jika yang menguasai media adalah orang yang tidak paham agama, masyarakat bahkan kita sendiri bisa jadi akan terbawa arus oleh konten atau informasi yang mereka buat. Maka, sebagai seorang santri, kita harus turut andil dan menguasai teknologi ini. Inilah salah satu tujuan kami, para pembina mengadakan ekstrakurikuler ini," tegas Ustaz K.M. Hamdan Munir.
Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program pembinaan oleh Penanggung Jawab ekstrakulikuler ini yang juga merupakan ketua MEDIKOM HUMAS DPD Wahdah Islamiyah Sinjai, Kak Syahrul atau sering disapa Abu Sa’ad.

Sesi pemaparan program SADECA
Ia menjelaskan arah pembinaan serta target keterampilan yang akan dicapai para peserta. Pembinaan yang akan dimulai pekan depan ini, dilaksanakan secara rutin sekali sepekan dengan sistem mentoring yang dipisahkan antara santri ikhwan dan akhwat.
Untuk kelas ikhwan, pembinaan akan didampingi langsung oleh crew MEDIKOM HUMAS DPD Wahdah Islamiyah Sinjai. Sementara kelas akhwat akan didampingi oleh pengurus dan kader Muslimah Wahdah Sinjai yang memiliki pengalaman di bidang media sosial.
Dokumentasi peserta santri akhwat
Materi pembinaan diarahkan pada praktik pembuatan konten, mulai dari desain grafis, fotografi, videografi/sinematografi, jurnalistik, hingga pengelolaan media. Dengan pola pembinaan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya secara mandiri dan tentunya bisa menjadi tim media pondok kedepannya.
Pada angkatan pertama, SADECA membuka kuota sebanyak 50 peserta yang terdiri atas 25 santri ikhwan dan 25 santri akhwat, yang merupakan siswa SMP IT dan SMAS IT Wahdah Islamiyah Sinjai. Pembatasan kuota dilakukan agar proses pendampingan dan evaluasi karya peserta dapat berjalan secara optimal.
Usung tagline "Belajar, Berkarya dan Berdakwah", hadirnya SADECA diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membekali santri dengan keterampilan digital sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan bakat dan kreativitas. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan dapat mengambil peran dalam menyebarkan konten positif dan syiar Islam di ruang digital secara profesional, bijak, dan bertanggung jawab

Radio Wahdah