Sinjai - sinjai.wahdah.or.id ga hari berturut-turut, halaman SD Unggulan Al-Wahdah Sinjai di Jalan Poros Sinjai–Kajang. Bukan sekadar lomba, tapi panggung kecil tempat anak-anak belajar arti keberanian, kebersamaan, dan pantang menyerah, dibungkus tawa dan sorak-sorai yang tak henti sepanjang hari. Jum'at (14/8/2026)
Dari lomba lari kelereng hingga tarik tambang, setiap perlombaan menyambut Kemerdekaan RI ini menjelma jadi kelas kehidupan mini. Anak-anak yang jatuh bangun mengejar garis finish, yang gagal lalu mencoba lagi, justru menunjukkan sesuatu yang lebih berharga dari sekadar piala.
Hari ini, rangkaian kegiatan resmi ditutup dengan pembagian hadiah bagi para juara. Tapi di balik sorak kemenangan, ada pesan yang lebih dalam yang ingin ditanamkan sekolah: bukan siapa yang menang, melainkan siapa yang berani mencoba.
"Bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana setiap anak berani mencoba, berusaha, dan menikmati prosesnya," begitu semangat yang terus digaungkan kepada seluruh murid.

Kepala SD Unggulan Al-Wahdah
Kepala SD Unggulan Al-Wahdah Sinjai, Ustadz Jumadil Awal, S.Pd.Gr., turut menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para murid selama kegiatan berlangsung.
"Alhamdulillah, rangkaian kegiatan menyambut Kemerdekaan RI di SD Unggulan Al-Wahdah Sinjai berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan. Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal kemerdekaan sebagai sejarah, tetapi juga menghayatinya lewat semangat berani mencoba, kerja sama, dan sportivitas. Semoga nilai-nilai ini terus tertanam dan membentuk mereka menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta tanah air," ujarnya.
Balutan merah putih yang menghiasi seragam anak-anak hari ini bukan sekadar dresscode perayaan, ia adalah simbol api kecil yang terus dijaga tetap menyala di dada generasi penerus bangsa.
Dari Jalan Poros Sinjai–Kajang, semangat kemerdekaan itu terus menular: ceria dalam kebersamaan, tangguh dalam perjuangan, dan tak pernah padam dalam mengukir prestasi.
Teruslah tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

Radio Wahdah