Pembinaan Pegawai YPAIS Sinjai, Ustaz Muhammad Yusran Tekankan Niat, Adab dan Sinergi

Sinjai.Wahdah.Or.Id — Pegawai Yayasan Pendidikan Al-Islami (YPAIS) Sinjai mengikuti pembinaan pegawai di Masjid Aisyah PPTQ Wahdah Islamiyah Sinjai, Sabtu (19/9/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–17.30 WITA tersebut menghadirkan Ustaz Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A., dosen IAI STIBA Makassar sekaligus Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah.

Mengangkat tema “Menata Niat, Merawat Adab, Menguatkan Sinergi Menuju Lembaga yang Berkah”, pembinaan tersebut membahas pentingnya membangun lembaga pendidikan bukan hanya dari sisi kemampuan dan fasilitas, tetapi juga melalui niat yang tulus, adab, serta kerja sama seluruh unsur di dalamnya.

Ketua YPAIS Sinjai, Ustaz Irsan, S.Pd., Gr., sebelumnya menegaskan bahwa pendidikan yang bermutu tidak semestinya hanya dinilai dari kondisi fisik dan fasilitas yang dimiliki.

“Kita tidak ingin pendidikan kita dinilai bermutu hanya karena fisik gedung dan fasilitas yang mewah. Kita ingin mewujudkan pendidikan yang berkah,” ujarnya.

Ia menyebut keberkahan pendidikan tidak cukup hanya didukung oleh kemampuan mengajar, tetapi juga kepribadian para tenaga pendidik.

“Berkah ini tidak bisa hanya didukung oleh skill mengajar, tetapi yang paling utama adalah kepribadian kita selaku tenaga pendidik. Maka dari itu, inilah salah satu tujuan diadakannya pengajian pegawai hari ini,” lanjutnya.Sambutan Ketua YPAIS Sinjai, Ustaz Irsan, S.Pd.,Gr.

Dalam materinya, Ustaz Muhammad Yusran mengawali dengan mengingatkan kembali pentingnya meluruskan niat dalam mendidik generasi. Menurutnya, profesi sebagai pendidik memiliki kedudukan penting, terlebih salah satu profesi yang menonjol dari Nabi Muhammad ﷺ adalah sebagai mu'allim atau pendidik.

Ia kemudian menjelaskan makna lembaga yang berkah. Menurutnya, keberkahan tidak hanya ditandai dengan banyaknya fasilitas atau kemajuan secara fisik, tetapi terlihat dari kebaikan yang terus berlanjut, luasnya manfaat, serta kemampuan lembaga untuk bertahan dan memberikan dampak positif dalam waktu yang panjang.

“Lembaga yang berkah bukan hanya beberapa tahun kemudian berhenti, tetapi lembaga yang bertahan hingga bertahun-tahun, bahkan sampai seratus tahun,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberkahan tidak selalu identik dengan sesuatu yang besar secara jumlah. Sebagaimana harta yang berkah, ukurannya bukan semata-mata banyak, tetapi seberapa besar manfaat dan kebaikan yang dapat dihasilkan.

Dalam konteks pendidikan, keberkahan juga tidak cukup hanya terlihat dari sarana dan prasarana. Lembaga pendidikan yang sederhana tetap dapat memberikan manfaat dan dampak positif apabila di dalamnya terdapat pembinaan yang baik.

“Bukan fasilitas yang lengkap tapi ada yang hilang. Bisa jadi yang hilang itu keberkahan,” pesannya.Penyampaian Materi Ustaz Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A.

Menata Niat

Pada bagian pertama, Ustaz Muhammad Yusran menekankan pentingnya menata niat. Menurutnya, menyebut pekerjaan di lembaga sebagai perjuangan belum cukup apabila tidak dibarengi dengan niat yang benar dalam menjalani perjuangan tersebut.

Ia mengingatkan agar perjuangan di lembaga pendidikan tidak bergeser menjadi perjuangan untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, atau sekadar mendapatkan penilaian manusia.

“Siapa yang berjuang untuk meninggikan kalimat Allah maka itulah fisabilillah, bukan untuk mengangkat diri kita, keluarga kita atau yayasan kita,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak para pegawai untuk membangun kedisiplinan bukan semata-mata karena adanya absensi, kepala sekolah, atau ketua yayasan, tetapi karena kesadaran kepada Allah.

Termasuk dalam menjalankan tugas secara jujur dan tidak melakukan manipulasi data.

“Semangat karena Allah. Karena ada pahala di sisi Allah. Terus niatkan karena Allah untuk menegakkan kalimatullah, jangan niatkan dunia di atas segalanya,” pesannya.

Adab Sebelum Pengajaran

Hal kedua yang ditekankan adalah pengajaran. Menurutnya, hal terpenting dalam lembaga pendidikan memang pengajaran, tetapi proses tersebut harus dibangun dengan mendahulukan adab.

Ia mengingatkan bahwa adab kepada Allah merupakan bagian yang paling utama untuk diajarkan kepada peserta didik. Selain itu, pendidik juga perlu menunjukkan adab kepada pemimpin dan sesama rekan kerja.

Menurutnya, seorang pendidik tidak hanya mengajarkan melalui materi di kelas, tetapi juga melalui sikap yang ditampilkan dalam keseharian.

Termasuk ketika bercanda dengan rekan kerja, tetap perlu memperhatikan koridor Islam karena para pegawai merupakan bagian dari teladan yang akan dilihat oleh peserta didik.Peserta Pembinaan Pegawai YPAIS Sinjai

Menguatkan Sinergi

Pada bagian berikutnya, Ustaz Muhammad Yusran menekankan pentingnya sinergi. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa paling hebat atau mampu mengerjakan semuanya sendiri.

“Kita tidak bisa melakukan sendiri. Kekuatan kita adalah berjamaah,” ungkapnya.

Menurutnya, persatuan akan melahirkan ta'awun atau sikap saling membantu yang baik. Karena itu, kolaborasi antarpihak perlu terus dibangun untuk menguatkan lembaga dan memastikan tujuan pendidikan dapat berjalan secara bersama-sama.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu bentuk keberkahan lembaga adalah kemampuan untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh para senior sebelumnya.

“Jalinlah terus kerja sama yang baik,” pesannya.

Di akhir pembinaan, Ustaz Muhammad Yusran mengajak seluruh pegawai untuk terus memperbaiki diri dan bersama-sama membangun pendidikan yang kuat dan berkah.

“Mari terus berusaha menjadi pendidikan yang kuat dan berkah,” ajaknya.