Dari Ruang Kelas ke Generasi Emas, SDIT Wahdah Sinjai Perkuat Kolaborasi Sekolah dan Keluarga

SINJAI.Wahdah.Or.Id — Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, kolaborasi antara sekolah dan keluarga dinilai menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan. 

Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Tasyakuran Tahfidz Al-Qur'an dan Haflah Akhirussanah Angkatan IX SDIT Wahdah Islamiyah Sinjai di Gedung Maraja UMSi, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang diikuti 126 peserta Tasyakuran Tahfidz Al-Qur'an dan pelepasan 65 siswa kelas VI tersebut menjadi gambaran nyata sinergi antara sekolah, orang tua, yayasan, dan pemerintah dalam mendidik generasi penerus.

Kepala SDIT Wahdah Islamiyah Sinjai, Muh. Rakib, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa keberhasilan para siswa tidak terlepas dari dukungan dan keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan.

"Kami berharap hafalan Al-Qur'an yang dimiliki anak-anak bukan sekadar diingat, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan tercermin dalam akhlak mereka," ujarnya.

Menurutnya, pembinaan karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur'an tidak mungkin berhasil tanpa adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan keluarga. Hal senada disampaikan Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Abdul Wahid, S.E., M.M., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai. Ia menekankan pentingnya membangun pendidikan melalui sinergi tiga pilar utama, yakni sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, ia mengangkat falsafah Bugis yang menjadi identitas masyarakat Sinjai, yaitu Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge' yang bermakna saling memanusiakan, saling menghargai, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

"Nilai-nilai inilah yang harus menjadi fondasi kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendidik anak-anak kita," katanya.

Abdul Wahid juga menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Sinjai, termasuk melalui berbagai program penguatan karakter yang terus didorong pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Al Islami Sinjai (YPAIS), Ustaz Irsan, mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan amanah besar yang tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah.

"Di pundak kita ada amanah yang berat. Didiklah anak-anak bukan sekadar memegang tangan mereka di dunia, karena tujuan tertinggi pendidikan adalah menyelamatkan mereka dari siksa api neraka," pesannya.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan sejatinya lahir dari keterlibatan seluruh elemen, terutama keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Perwakilan orang tua siswa, Andi Eril Parlan, mengaku merasakan langsung hasil dari kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga dan haru melihat perkembangan putra-putri mereka selama menempuh pendidikan di SDIT Wahdah Islamiyah Sinjai.

"Tentu ada rasa bangga tersendiri sekaligus haru yang mendalam melihat anak saya bisa tampil dan menjadi bagian dari peserta Tasyakuran Al-Qur'an hari ini," ungkapnya.

Kegiatan yang mengusung tema "Melangkah Bersama Spirit Al-Aqsho, Menebar Cahaya Qur'ani di Bumi Panrita Kitta" ini turut dihadiri para kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al Islami Sinjai (YPAIS), Ketua DPD Wahdah Islamiyah Sinjai, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Sinjai, perwakilan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Sinjai, guru, serta orang tua siswa.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara sekolah, keluarga, yayasan, dan pemerintah, SDIT Wahdah Islamiyah Sinjai berharap dapat terus melahirkan generasi Qur'ani yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi agama, masyarakat, dan bangsa di masa depan.

Reporter: Ikhlasul Amal